Memahami Perbedaan Mikroekonomi dan Makroekonomi

Ilmu ekonomi memiliki bidang kajian yang sangat luas. Ia dapat dikaji dalam beberapa tingkatan. Seorang ekonom dapat meneliti dan mengkaji keputusan-keputusan ekonomi yang diambil di level rumah tangga dan perusahaan, hingga meneliti operasi perekonomian secara keseluruhan.

Secara tradisional, ilmu ekonomi dibagi ke dalam dua kajian utama, yaitu ilmu mikroekonomi (microeconomics) dan ilmu makroekonomi (macroeconomics). Keduanya saling berkait erat, karena perubahan dalam keseluruhan perekonomian umumnya timbul dari keputusan berjuta-juta individu. Oleh karena itu, kita tidak mungkin memahami perkembangan makroekonomi tanpa mempertimbangkan hubungannya dengan keputusan mikroekonomi.

Mikroekonomi

Kata “mikro” memiliki arti yaitu kecil. Ilmu mikroekonomi (microeconomics) adalah kajian tentang perilaku pelaku ekonomi kecil (rumah tangga dan perusahaan) dalam membuat keputusan, dan bagaimana mereka berinteraksi di pasar tertentu. Dengan kata lain, ilmu mikroekonomi ini menganalisis tentang bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian.

Di dalam mikroekonomi, dijelaskan bagaimana para pelaku ekonomi membuat keputusan. Misalnya, bagaimana seorang konsumen membuat keputusan dalam memilih suatu produk karena adanya perubahan harga atau pendapatan. Atau, seperti apa sikap produsen dalam menentukan jumlah tenaga kerja, kuantitas barang, serta harga jual yang dapat memberikan keuntungan yang terbaik. Dalam mikroekonomi, konsumen dan produsen diasumsikan bersifat rasional. Konsumen berusaha memaksimalkan kepuasan, sedangkan produsen berusaha memaksimalkan keuntungan.

Inti dari ilmu mikroekonomi adalah bagaimana permintaan dan penawaran (mekanisme pasar) menentukan harga barang dan jasa. Karena menitikberatkan pada mekanisme pembentukan harga, mikroekonomi sering juga disebut dengan teori harga (price theory). Di samping itu, di dalam mikroekonomi dijelaskan pula mengenai faktor-faktor apa saja yang menyebabkan perubahan dalam permintaan dan penawaran tersebut.

Selain interaksi di pasar barang, mikroekonomi pun mengkaji tentang permintaan dan penawaran di pasar faktor produksi. Pemilik faktor produksi (dalam hal ini rumah tangga konsumen / RTK) menawarkan faktor produksinya untuk memperoleh pendapatan, yang nantinya digunakan untuk membeli barang dan jasa yang mereka butuhkan. Sementara itu rumah tangga produsen (RTP) membutuhkan faktor produksi untuk memproduksi barang dan jasa.

Materi berikutnya yang dibahas dalam mikroekonomi adalah mengenai pasar. Pasar dalam arti luas, tidaklah harus berarti suatu tempat, melainkan sebuah institusi yang mempertemukan permintaan dan penawaran. Pasar memiliki beberapa fungsi, antara lain: menetapkan nilai, mengatur dan mendistribusikan hasil produksi, serta menyediakan barang dan jasa. Kemudian dibahas pula mengenai struktur pasar (pasar persaingan sempurna dan tidak sempurna), serta bagaimana setiap individu berinteraksi di dalamnya.

Sebenarnya masih banyak materi lain yang dibahas dalam mikroekonomi. Namun jika kita ambil garis besarnya, ada beberapa materi pokok yang dipelajari dalam mikroekonomi, antara lain:

  1. Insentif dan Perilaku Individu
  2. Teori Kepuasan (utility)
  3. Teori Produksi
  4. Teori Harga

Makroekonomi

Seperti halnya “mikro” yang berarti kecil, “makro” pun dapat diartikan sebagai besar. Ilmu makroekonomi (macroeconomics) adalah studi tentang perekonomian secara keseluruhan. Ilmu ini memiliki sudut pandang yang berbeda dengan mikroekonomi, yang menyelidiki ekonomi melalui sebuah “lup (kaca pembesar)”. Sebaliknya, mempelajari makroekonomi seperti mengkaji ekonomi melalui suatu “lensa sudut lebar”.

Pada hakikatnya, mikroekonomi dan makroekonomi adalah dua bagian yang terpisah, namun sulit dipisahkan. Jika mikroekonomi dikenal sebagai teori harga, maka makroekonomi dikenal sebagai teori pendapatan nasional. Beberapa materi yang dikaji dalam makroekonomi antara lain tentang inflasi, pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran.

Ilmu makroekonomi dan mikroekonomi senantiasa terkait secara erat. Hal ini karena perekonomian secara keseluruhan itu merupakan gabungan dari sekian banyak rumah tangga dan perusahaan yang berinteraksi di berbagai pasar. Makroekonomi banyak membahas mengenai kinerja, struktur, dan perilaku perekonomian secara keseluruhan (agregatif). Berbeda dengan mikroekonomi yang lebih fokus pada pembuatan keputusan di tingkat individu (seperti rumah tangga, perusahaan, dan industri).

Makroekonomi sebenarnya termasuk ilmu yang relatif baru. Makroekonomi dalam bentuk yang modern sering dianggap muncul saat John Maynard Keynes mempublikasikan bukunya yang berjudul “The General Theory of Employment, Interest and Money” pada 1936. Saat itu Keynes memberikan penjelasan mengenai penyebab terjadinya Depresi Besar, dan seperti apa upaya penanggulangannya. Sementara itu, istilah “makroekonomi” sendiri pertama kali diperkenalkan oleh Ragnar Frisch pada 1933, untuk diterapkan pada studi ekonomi yang lebih luas.

Dalam perkembangannya, pemikiran makroekonomi dibagi ke dalam beberapa kelompok aliran (mazhab), di antaranya aliran Klasik, Keynesian, Monetaris, New Keynesian, Neo Klasik, dan Austria. Dan kini makroekonomi menjadi bagian integral dari ilmu ekonomi yang diajarkan di sekolah-sekolah dan fakultas ekonomi di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.