Pasar Oligopoli

Pada tulisan terdahulu kita telah menganalisis pasar yang memiliki banyak perusahaan kompetitif serta pasar yang memiliki hanya satu monopoli tunggal. Keduanya merupakan pasar yang berada pada titik ekstrem. Namun pada kenyataannya banyak pasar atau industri yang tidak bisa dikategorikan ke dalam salah satu titik ekstrem tersebut.

Ada banyak perusahaan yang memiliki pesaing, namun tidak menghadapi persaingan yang terlalu tinggi yang memaksa mereka menjadi penerima harga. Para ekonom menyebut pasar ini sebagai pasar oligopoli.

Pasar Dengan Hanya Sedikit Penjual

Pasar oligopoli merupakan salah satu jenis pasar persaingan tidak sempurna, di mana hanya terdapat sedikit penjual, dan masing-masing menawarkan produk yang mirip atau sedikit identik satu sama lain. Biasanya dalam pasar oligopoli terdapat beberapa perusahaan raksasa yang menguasai sebagian besar pangsa pasar, katakanlah 70 sampai 80 persen dari seluruh produksi. 

Munculnya pasar oligopoli umumnya karena hanya ada beberapa perusahaan memiliki modal sangat besar, sehingga membuat perusahaan lainnya tidak berani masuk dan berkecimpung dalam industri terkait. Selain itu, oligopoli juga dapat muncul akibat adanya perbedaan kemampuan perusahaan untuk beroperasi pada skala ekonomi yang besar. Tingkat produksi yang efisien dapat tercapai saat jumlah produksi adalah sangat besar. Keadaan ini menimbulkan kecenderungan pengurangan jumlah perusahaan dalam industri.

Praktik bisnis yang dilakukan untuk menahan perusahaan-perusahaan lain masuk ke pasar, sering dilakukan di pasar oligopoli. Akibatnya hanya sedikit produsen/perusahaan yang bertahan di dalam industri. Contoh dari pasar oligopoli antara lain industri penjualan bahan bakar minyak, operator telekomunikasi, industri semen, penyedia jaringan internet, dan ojek online. 

Sejauh ini, tidak ada batasan pasti mengenai jumlah perusahaan yang ada di pasar oligopoli, namun jumlahnya harus cukup rendah (beberapa) sehingga tindakan satu perusahaan secara signifikan bisa mempengaruhi perusahaan lain. Bahkan ada juga jenis pasar oligopoli yang terdiri atas dua perusahaan. Struktur pasar seperti ini biasa disebut duopoli (duopoly)

Ciri Pasar Oligopoli

Di samping memiliki jumlah perusahaan yang sangat sedikit, pasar oligopoli mempunyai beberapa ciri khas lain, antara lain sebagai berikut.

Menghasilkan Barang yang Homogen atau Berbeda Corak

Salah satu ciri paling menonjol dari pasar oligopoli adalah barangnya yang bersifat homogen (standardized product). Meski demikian, barang tersebut tidaklah benar-benar identik dan tetap ada perbedaan dalam hal-hal kecil. Industri yang demikian sifatnya banyak dijumpai dalam industri yang menghasilkan bahan mentah seperti industri baja dan alumunium, serta industri penghasil bahan baku seperti industri semen.

Di samping itu, banyak pula pasar oligopoli yang terdiri dari perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang berbeda corak (differentiated product). Pasar seperti itu biasanya pasar yang menghasilkan barang akhir. Contohnya industri otomotif, industri pesawat terbang, dan sebagainya.

Terjadinya Perang Harga

Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan menghadapi persaingan namun tidak setinggi atau seketat persaingan di pasar kompetitif (competitive market). Perusahaan-perusahaan tersebut juga memiliki kuasa pasar (market power) dalam batas-batas tertentu meskipun tidak cukup besar untuk menjadikannya sebagai perusahaan monopoli.

Ketika setiap perusahaan tidak saling bekerjasama, maka akan terjadi perang harga (price competition). Karena adanya persaingan, maka kekuasaan menentukan harga menjadi lebih terbatas. Apabila satu perusahaan menurunkan harga, maka ia akan dapat menarik banyak pembeli. Perusahaan yang kehilangan pembeli akan melakukan tindakan balasan dengan mengurangi harga yang lebih besar lagi, sehingga akhirnya terjadi perang harga.

Karena pasar oligopolistik hanya memiliki sedikit penjual, maka akan ada tarik-menarik kepentingan di antara perusahaan atau para penjual yang ada di pasar. Tak jarang, suatu kelompok perusahaan oligopoli justru malah bekerjasama. Masing-masing akan memproduksi pada tingkat output yang rendah dan mengenakan harga di atas biaya marjinal. Nah, saat itulah mereka sedang memainkan peran sebagai kekuatan monopoli. 

Pada Umumnya Perusahaan Oligopoli Perlu Beriklan

Strategi pemasaran yang matang menjadi ciri oligopoli yang ketiga. Dalam pasar dengan persaingan yang semakin ketat, maka promosi melalui iklan menjadi sangat diperlukan. Pengeluaran untuk iklan biasanya besar sekali untuk perusahaan-perusahaan yang seperti itu. 

Kegiatan promosi melalui iklan dilakukan untuk dua tujuan, yaitu menarik pembeli baru dan mempertahankan pembeli lama. Apabila perusahaan kurang gencar dalam berpromosi atau tidak membuat perencanaan strategi yang matang, maka perusahaan tersebut akan kalah bersaing dengan perusahaan lainnya.

Jenis Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli memiliki jenis yang beragam, antara lain sebagai berikut.

Oligopoli Terbuka Vs Oligopoli Tertutup (Open Vs Closed Oligopoly)

Pembedaan antara oligopoli terbuka dan tertutup dibuat atas dasar kebebasan untuk memasuki industri baru. Oligopoli terbuka adalah situasi pasar di mana setiap perusahaan dapat masuk ke dalam industri kapan saja diinginkan. Sementara itu dalam kasus oligopoli tertutup, terdapat batasan tertentu yang menjadi penghalang bagi perusahaan baru untuk masuk ke dalam industri. 

Oligopoli Parsial Vs Oligopoli Penuh (Partial Vs Full Oligopoly)

Klasifikasi ini dilakukan atas dasar kepemimpinan harga. Oligopoli parsial mengacu pada situasi pasar, di mana satu perusahaan besar mendominasi pasar dan dipandang sebagai pemimpin harga. Sementara dalam Oligopoli penuh, kepemimpinan harga dapat dikuasai oleh siapa saja yang ada di dalam pasar.

Oligopoli Sempurna Vs Oligopoli Tidak Sempurna (Perfect Vs Imperfect Oligopoly)

Klasifikasi ini dibuat atas dasar diferensiasi produk. Oligopoli sempurna atau disebut juga oligopoli murni, tercipta ketika tiap-tiap perusahaan menghasilkan produk yang homogen. Sementara itu, sebuah pasar oligopoli dikatakan tidak sempurna, ketika tiap-tiap perusahaan menghasilkan produk yang heterogen (terdiferensiasi), yaitu produk yang hampir mirip namun bukan substitusi yang sempurna.

Oligopoli Tersindikasi Vs Oligopoli Terorganisir (Syndicated Vs Organized Oligopoly) 

Klasifikasi ini dilakukan atas dasar tingkat koordinasi yang ada di antara perusahaan. Ketika semua perusahaan berkumpul dan menjual produknya dengan kepentingan bersama disebut sebagai Syndicate Oligopoly atau oligopoli tersindikasi. Sementara dalam kasus oligopoli terorganisir, perusahaan-perusahaan memiliki “central association” untuk menetapkan harga, output, dan kuota.

Oligopoli Kolusif Vs Oligopoli Non-Kolusif (Collusive Vs Non-Collusive Oligopoly)

Klasifikasi ini dibuat atas dasar kesepakatan atau kesepahaman antar perusahaan. Dalam oligopoli kolusif, alih-alih bersaing satu sama lain, perusahaan-perusahaan justru berkumpul dan bersama-sama menetapkan harga dan jumlah output. Sementara dalam kasus oligopoli non-kolusif, terdapat ketidaksepahaman di antara perusahaan, dan mereka saling bersaing untuk mencapai tujuannya masing-masing.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopoli

Pasar Oligopoli memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, yaitu sebagai berikut

Kelebihan Pasar Oligopoli
  • Konsumen memiliki kebebasan untuk memilih produk yang sesuai keinginan dan kebutuhan, karena di pasar terdapat banyak pilihan barang dan jasa.

  • Konsumen bisa memperoleh barang dengan harga wajar (standar), karena penguasaan harga tidak terlalu kuat. Hal ini terjadi karena persaingan cukup ketat, sehingga potensi monopoli cukup rendah.

  • Produsen akan lebih fokus kepada kepuasan pelanggan dan berusaha memberikan yang terbaik dengan harga terjangkau agar tidak kalah oleh kompetitor.

  • Karena adanya persaingan dan juga didukung oleh permodalan yang sangat kuat, produsen akan senantiasa melakukan pengembangan dan inovasi produk agar bisnisnya bisa terus bertahan.

Kekurangan Pasar Oligopoli
  • Sulitnya produsen atau penjual baru masuk ke dalam industri.

  • Rentan terjadi perang harga yang saling mematikan.

  • Peranan produsen yang berkuasa akan sangat mempengaruhi pasar. Misalnya ketika produsen yang berkuasa tersebut menurunkan harga, maka tindakan tersebut akan diikuti oleh produsen lainnya.

  • Bisa menimbulkan pemborosan dalam biaya promosi/iklan.

  • Pemborosan pada sumber daya ekonomi.

  • Berpotensi berkembang menjadi monopoli bersama bila antar perusahaan saling berkolusi dan bekerjasama.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *